WORN-OUT (Chapter 1)

cover worn out

Tittle : Worn-Out

Author : Yeolswipheu

Rate : T

Genre : Romance, Family, Gaje

Length : Chaptered

Main Cast : Kris (EXO), Lim Ahra (OC), Park Jiyeon (T-ARA), Byun Baekhyun (EXO)

More Cast : Di udek udek sendiri aja ya (?)

Note : Hai gue author kece, baik, rajin menabung nan oenyoe balik dengan fanfiksi yang emang kayanya gabakal dilanjutin deh ya. Tapi doain aja bisa selesai. Amin awkawk gapapa deh. Yuk plototin. *Hah?* Stop. No copy, no bash, no plagiarism. Happy Reading.

_____-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_____

Lim Ahra POV.

Kepalaku begitu berputar-putar saat mendengarkan penjelasan dari seorang wanita cerewet yang berdiri tepat di depanku. Tidak beruntung saja aku duduk paling depan di kelas.

“Hoaaahm” aku membuka lebar lebar mulutku lalu menutupinya dengan buku. Baru saja akan tertidur seseorang melemparku dengan buntalan kertas. Otomatis aku menengok sana sini.

“Ya! Lihat ke depan!” bisik seseorang di belakangku. “Hush hush.”

Karena aku ingin tahu, makanya aku menengok belakang. “Woah Jiyeon.” ucapku terlalu keras. Saat itu aku benar benar tidak sadar.

Author’s POV.

“Park Jiyeon. Lim Ahra. Sebaiknya kalian mengepel koridor.” ucap Kim sonsaeng lembut tetapi keras(?)

*Di koridor

Jiyeon manyun sambil terus memegangi ember berisi air sabun itu. “Ini gara-gara kau. Kita jadi terlibat hukum(?)”

“Apa yang kau tau? Ngomong saja belum benar. Mari kuantar kau ke Lee sonsaeng.” ujar Ahra.

“Loh? Lee sonsaeng kan guru bahasa inggris.” tanya Jiyeon. “Asal kau tahu, dia juga guru TK. Awkawkwk” tawa Ahra meledak. *Lho? Ganyambung*

“Haish sudah sudah. Selesaikan saja hukuman ini.” kata Jiyeon. Ahra pun menurutinya. Tapi karena tidak hati-hati ia hampir terpeleset. Beruntung semua sedang belajar di dalam kelas jadi hanya Jiyeon yang diizinkan tertawa.

Begitu bel istirahat berbunyi Ahra langsung loncat kegirangan. “Hukuman selesai!”

“Ssstt, kau ini memalukan.” ujar Jiyeon

“Biar saja.” kata Ahra. “Kajja” ia menggandeng Jiyeon sampai ke kantin. Mereka berdua duduk di suatu meja yang berisi 4 kursi kebetulan.

“Hey aku hanya ingin makan berdua denganmu. Bagaimana kalau ada yang menempatinya nanti?” ujar Ahra.

Jiyeon menghela nafasnya panjang. “Kau lihat? Semua meja penuh.” jawab Jiyeon. Matanya mengelilingi seluruh penjuru kantin.

Ahra hanya mendengus. Sedikit kesal? Pastilah. Ia benci namja. Ia pasti akan sangat kikuk dan sebal kalau berada di dekat namja. Bagaimana kalau nanti yang duduk di bangku itu adalah dua orang namja. Atau seorang namja dan seorang yeoja. ‘Oh ini tidak boleh terjadi’ batinnya dalam hati sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangan nya. Kiri dan kanan (?)

Dan benar saja. Dua namja yang sepertinya sedang mencari tempat duduk sudah berada hanya beberapa centi dari mereka berdua (Jiyeon-Ahra).

Jiyeon sibuk meminum jusnya. Sedangkan Ahra masih sibuk berpikir. Sebenarnya mereka berdua tidak menyadari kehadiran dua namja tersebut. #Ouch(?)

“AAA” teriak Ahra *histeris

“Uhuk” Jiyeon sontak langsung tersedak gara-gara jeritan Ahra yang begitu histeris.

Dua namja itu tersenyum sedikit jahil. “Ya, bangku ini kosong.” bisik namja yang jangkung. Namja yang satu nya lagi hanya mengangguk seraya duduk di samping Jiyeon dan meletakkan makanannya di meja. Sedangkan namja yang jangkung itu duduk di sebelah Ahra. Ahra meraih tangan Jiyeon. “Jiyeon, aku takut…” #plak

Dengan santainya dua namja itu memakan makanannya dengan lahap. Berbeda dengan Jiyeon dan Ahra yang masih memandangi mereka yang sedang asik makan.

“Apa?” tanya dua namja itu melirik Jiyeon dan Ahra. “Kalian terganggu?”

Jiyeon menggeleng Ahra mengangguk. “Ya! Yang benar.” seru Ahra ke arah Jiyeon.

“Kau lihat? Temanmu saja menganggap kami tidak mengganggu.” kata namja yang jangkung sambil menjilati es krimnya. “Sebentar saja. Tidak ada meja yang kosong selain ini.” ujar namja yang satu lagi.

“Ne gwenchana.” jawab Jiyeon sambil tersenyum manis kearah dua namja itu. “Aku Park Jiyeon. Dia Lim Ahra, kalian?”

“Byun Baekhyun.” Jawab namja yang ramah itu. “Kau?” tanya Jiyeon pada namja yang jangkung yang sedang makan es krim.

“Kris.” jawabnya singkat tanpa senyum sedikitpun. Tapi kece kok #Plak “Hey kau yeoja yang manyun”

“Apa? Aku tidak manyun =3=” jawab Ahra sedikit kesal dengan Kris.

“Oh iya, gomawo Park Jiyeon sudah memberikan setengah tempat disini haha” kata Baekhyun seraya tersenyum kepada Jiyeon.

Jiyeon mengangguk. “Sama-sama Baekki.”

“Ah aku sudah kenyang. Ayo kita pergi Baek.” ujar Kris sambil mengusap perutnya, lalu berdiri diikuti dengan Baekhyun. “Aku juga. Kajja” jawab Baekhyun. “Oh iya, sekali lagi terima kasih Jiyeon-ah”

“Ne…” Jiyeon tersenyum sambil melambaikan tangannya.

Ahra memandangi namja jangkung itu dari belakang. “Menyebalkan” ujarnya. Disaat ia sedang jengkel-jengkelnya, namja jangkung itu malah menengok dan tersenyum ke arah Ahra. Sontak pipi Ahra memerah seperti tomat.

Jiyeon terkekeh melihat Ahra. “Ya, kenapa kau? Kkkk”

“Ba, barusan..barusan dia tersenyum? Hah?” kata Ahra gagap. Matanya masih memandangi Kris dari belakang hingga punggungnya sudah tak terlihat lagi.

Singkat cerita, bel pulang sekolah telah berbunyi. Ahra masih menjalani hukumannya membersihkan perpustakaan. Ia di hukum lagi setelah telat mengikuti pelajaran olahraga. Kali ini tanpa Jiyeon. Sebelum membersihkan perpus, ia sudah disuruh berlari keliling lapangan basket sebanyak 3 kali putaran.

“Aku lelah.” ujarnya lalu duduk di kursi empuk yang biasa di gunakan anak-anak membaca buku. Tiba-tiba seseorang yang mukanya tidak terlihat duduk di sebelahnya. Ia sedang membaca buku jadi mukanya tertutup buku(?). Ahra melirik orang itu. “Hey kau”

Orang itu meletakkan bukunya di meja besar di sebelahnya. “Hm. Apa?” tanya orang itu yang ternyata Kris.

“Kenapa kau duduk disini?” tanya Ahra lagi. Ia sudah mengacungkan kemoceng yang tadi digunakan untuk membersihkan rak buku perpus.

“Mau apa kau?” tanya Kris sambil mencoba meraih kemoceng yang Ahra genggam. Alhasil Kris malah menggenggam tangan Ahra dan dengan tidak sengaja mereka saling pandang #eeaaak(?)

‘Yatuhan-_- apa yang aku pikirkan. Kenapa aku tidak bisa melepas pandanganku darinya. Hentikan kumohon.’ batin Kris. Dengan cepat Ahra langsung mengalihkan pandangannya ke yang lain. Kenapa disaat seperti ini perpus malah sepi. Tentu saja karena sudah waktu pulang sekolah. Nah itu tau yak #plak

“Apa yang kau lakukan dengan memegang kemoceng seperti itu?” tanya Kris.

Ahra menunduk. “Aku dihukum. Lagi, hft u,u” jawabnya sambil pasang tampang memelas. Dan yang tak diduga adalah Kris tiba-tiba mengelus kepala Ahra. Pipi Ahra pun kembali memerah.

“Bersabarlah anak pabo. Heheheh” kata Kris tersenyum jahil.

Ahra ikut tersenyum. “Ya! Apa yang kau katakan barusan? Aku tidak babo tau.”

“Jangan tersenyum seperti itu, babo. Apalagi manyun di depanku. Sebaiknya kau memasang ekspresi datar.” perintah Kris.

“Apa-apaan kau. Ini mukaku kau tidak berhak mengaturnya.” bantah Ahra. Kris terkekeh.

‘Tersenyum lagi.’ batin Kris. ‘Sejak kapan. Secepat itukah? Kau membuatku begitu bingug, Lim Ahra.’

Kris terdiam dalam menungnya #hahahaseeek (?)

_____-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_____ TBC _____-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_____

Aneh yak. Bodo amet dah yang penting jadi #plak. Sebelumnya maap kalo ada typo dan chapternya kependekan. Doain aja semoga bisa selesai. Kira-kira 5/6 chapter (hahak).

Advertisements

2 thoughts on “WORN-OUT (Chapter 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s